Tag Archives: Indonesia

Kolektor Mainan Aldo Bangun Museum Tertua di Bandung

Museum 198X bukan sekadar tempat yang menyimpan barang-barang koleksi mainan, melainkan sebuah usaha panjang dari Aldo Ikhwanul Khalid untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap mainan. Aldo, yang sejak kecil sudah memiliki ketertarikan terhadap dunia mainan, bercerita tentang perjalanannya sebagai kolektor dan pemilik museum ini.

Aldo mengungkapkan bahwa kecintaannya pada mainan dimulai sejak kecil, ketika ia membeli mainan pertamanya, yaitu Irongear. Namun, saat beranjak remaja, ia sempat meninggalkan hobinya itu dan fokus pada kegiatan lainnya. Seiring waktu, minatnya terhadap mainan muncul kembali saat ia menjadi mahasiswa tingkat akhir. Keinginannya untuk mengoleksi mainan muncul setelah dirinya mengunjungi sebuah toko kecil yang menjual berbagai model kit dan barang-barang koleksi dari Hongkong dan Thailand. Dari sinilah ide untuk membuka toko mainan khusus bagi kolektor dan pehobi muncul dalam pikirannya.

“Saya ingat betul saat itu saya menghabiskan waktu lama di toko kecil tersebut. Walau tempatnya sempit, saya merasa betah. Setelah berbincang dengan teman-teman, kami pun sepakat untuk membuka toko mainan. Dari situ lahir Zero Toys,” ujar Aldo.

Zero Toys dibuka di kediaman orang tua Aldo yang terletak di Jalan Sunda, Kota Bandung. Toko ini mengkhususkan diri dalam menjual mainan untuk kolektor dan pehobi, sesuatu yang tidak biasa di pasaran saat itu. Keberadaan toko ini pun menarik perhatian banyak kolektor dan komunitas, hingga akhirnya berkembang pesat meskipun harus bersaing dengan beberapa toko sejenis di Bandung. Seiring berjalannya waktu, Zero Toys berhasil membangun Museum 198X, tempat yang kini menjadi tujuan para penggemar dan kolektor mainan.

Awal berdirinya Zero Toys dilakukan dengan sistem konsinyasi, di mana tidak hanya koleksi pribadi Aldo yang dijual, namun juga mainan-mainan lawas milik kolektor lainnya yang menitipkan barangnya di toko tersebut. “Semua barang yang ada di toko merupakan titipan dari teman-teman kolektor,” tambah Aldo.

Seiring berkembangnya waktu, komunitas kolektor mainan antik pun mulai terbentuk, yang pada gilirannya mengubah cara pandang masyarakat terhadap dunia mainan. Dulu, jika seseorang mengungkapkan minatnya mengoleksi mainan, sering kali dianggap kekanak-kanakan. Namun, sekarang, hobi mengoleksi action figure atau mainan lainnya telah diterima dengan baik oleh masyarakat. “Dulu kalau kenalan sama seseorang dan bilang koleksi mainan, pasti dianggap kekanak-kanakan. Sekarang, jika bilang koleksi action figure, banyak yang paham dan menerima,” jelas Aldo.

Pada tahun 2003, skena mainan di Bandung semakin berkembang, terutama dengan maraknya penjualan model kit seperti Gundam, yang saat itu menjadi sangat populer. Zero Toys pun ikut serta dalam tren ini dengan menjual berbagai model kit dan mainan vintage yang banyak dicari kolektor.

Pada tahun 2008, Aldo akhirnya memutuskan untuk membangun Museum 198X secara perlahan, tempat di mana koleksi mainan yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun dapat dinikmati oleh publik. Museum ini membuka pintunya untuk pengunjung setiap akhir pekan, dan Aldo sendiri menjadi pemandu bagi setiap orang yang datang. Dengan pengetahuan yang mendalam tentang setiap koleksi, ia menjelaskan sejarah dan nilai dari setiap mainan yang ada di museum tersebut. “Kami memulai museum ini karena dulu kami sering berburu barang-barang vintage untuk dijual. Namun semakin sulit mendapatkan barang-barang tersebut, sehingga akhirnya kami memutuskan untuk menjadikannya koleksi pribadi yang bisa dinikmati banyak orang,” kata Aldo.

Koleksi yang ada di Museum 198X berasal dari tiga sumber utama: pertama, kolektor pribadi yang memiliki mainan lama, kedua, toko-toko tua yang menjual mainan lawas, dan ketiga, toko loak atau pameran mainan. Aldo mengungkapkan bahwa mainan yang ada di museum ini sudah berusia sekitar 35 hingga 40 tahun, dan nilai historisnya sangat tinggi. “Mainan di sini memiliki nilai yang setara dengan barang antik. Semua koleksi ini berasal dari Indonesia, dan tidak ada yang kami cari dari luar negeri,” ujar Aldo.

Melalui Museum 198X, Aldo berharap bisa mengedukasi masyarakat bahwa mainan bukan sekadar barang untuk anak-anak, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting. Dengan segala perjuangannya, Aldo berhasil mengubah pandangan banyak orang tentang dunia koleksi mainan.

Mewujudkan Ruang Bermain Impian dengan 6 Lemari Mainan Anak

Menyediakan ruang bermain untuk anak di rumah bisa menjadi solusi cerdas untuk menjaga kebersihan rumah sekaligus memberikan kenyamanan bagi si kecil. Selain itu, ruang bermain yang tertata rapi bisa membantu anak lebih leluasa bermain tanpa mengganggu ruangan lainnya. Agar anak semakin betah dan semangat bermain, kamu bisa mendekorasi ruang tersebut dengan berbagai perabotan yang estetik dan fungsional, termasuk lemari mainan yang tepat. Berikut adalah enam inspirasi lemari mainan yang tidak hanya praktis, tetapi juga mempercantik ruang bermain anak.

  1. Lemari Dresser Putih yang Elegan Untuk tampilan yang klasik dan serbaguna, lemari dresser berwarna putih bisa menjadi pilihan yang tepat. Warna putih yang netral memungkinkan lemari ini mudah dipadukan dengan berbagai tema dekorasi ruangan. Model dresser dengan beberapa laci ini juga memberikan kesan rapi dan minimalis. Kamu bisa menambah sentuhan dekoratif dengan menaruh beberapa mainan favorit anak di atasnya, sehingga ruang bermain semakin hidup.
  2. Lemari dengan Paduan Abu-abu dan Lis Putih Jika kamu mencari desain yang lebih modern namun tetap mempertahankan nuansa klasik, lemari dresser dengan kombinasi warna abu-abu dan lis putih bisa menjadi pilihan menarik. Dengan desain simpel dan handle berwarna silver, lemari ini cocok ditempatkan di berbagai sudut ruangan. Agar tampil lebih meriah, coba susun mainan lego atau figur-figur kecil di atas lemari, memberikan sentuhan warna dan keceriaan.
  3. Dresser Berwarna Bold sebagai Pusat Perhatian Untuk menciptakan ruang bermain yang lebih hidup, kamu bisa memilih lemari mainan dengan warna bold atau cerah. Misalnya, dresser berwarna hijau emerald yang mencolok dengan beberapa laci berukuran berbeda. Warna yang tegas ini bisa menjadi point of interest di tengah ruangan, memberikan sentuhan segar yang menarik perhatian, sekaligus menyimpan mainan dengan rapi.
  4. Lemari dengan Wadah Warna-warni Untuk anak yang sudah lebih besar, seperti usia 7 tahun ke atas, pilih lemari dengan desain semi terbuka yang memudahkan mereka dalam mengakses mainan. Lemari dengan struktur utama berwarna putih yang dilengkapi dengan wadah-wadah berwarna cerah seperti ember-ember kecil akan menambah keceriaan di ruang bermain. Dengan rel di sisi wadah, anak-anak pun dapat dengan mudah menarik dan mendorong kembali wadah mainan tersebut, menjadikannya lebih praktis dan menyenangkan.
  5. Lemari dengan Storage Serbaguna Jika kamu ingin menghemat ruang, pilih lemari dengan desain storage berwarna pastel yang compact namun tetap stylish. Lemari persegi dengan dua bagian storage yang dapat dengan mudah ditarik dan didorong ini memberikan kemudahan dalam menyimpan mainan. Bagian kosong lainnya bisa digunakan untuk menata buku cerita atau boneka favorit anak. Di bagian atas lemari, kamu juga bisa menampilkan beberapa mainan untuk mempercantik ruangan.
  6. Storage Pastel untuk Ruang Bermain Anak Perempuan Untuk ruang bermain anak perempuan, lemari dengan storage berwarna pastel seperti pink dan hijau tosca akan sangat menarik. Desain lemari ini mirip dengan lemari storage sebelumnya, namun dengan sentuhan berbeda pada bagian bawah yang memiliki desain lebih klasik. Handle berbentuk kancing bulat menambah kesan feminin dan lembut. Di bagian tengah, terdapat ruang kosong yang bisa dimanfaatkan untuk menyimpan buku cerita atau mainan favorit si kecil.

Dengan berbagai pilihan desain lemari mainan di atas, kamu bisa menyesuaikan warna dan model sesuai dengan tema ruang bermain anak di rumah. Tidak hanya membantu menjaga kebersihan dan kerapian, namun lemari mainan yang tepat juga dapat menambah estetika ruang bermain anak agar semakin nyaman dan menyenangkan.

Tren Baru! Labubu Meledak di Pasar Kolektor Berkat Lisa BLACKPINK

Dalam beberapa waktu terakhir, fenomena boneka Labubu semakin menarik perhatian di media sosial. Karakter unik ini sukses mencuri hati banyak orang, mulai dari anak muda, kolektor mainan, hingga influencer yang gemar membagikan foto dan video Labubu di berbagai platform seperti Instagram, X (Twitter), dan TikTok.

Labubu bukan sekadar boneka biasa. Kepopulerannya telah melambungkannya menjadi barang koleksi eksklusif dengan harga yang fantastis, mencapai jutaan rupiah. Boneka ini diproduksi oleh Pop Mart, perusahaan yang terkenal dengan konsep “blind box”, di mana pembeli tidak mengetahui karakter mana yang akan mereka dapatkan hingga kotaknya dibuka. Tren ini semakin memperkuat daya tarik Labubu, membuatnya menjadi buruan para kolektor di seluruh dunia.

Namun, bagaimana sebenarnya asal-usul Labubu dan apa yang membuatnya begitu digemari? Berikut ulasannya.

Asal Usul Labubu: Monster Imut dengan Pesona Unik

Labubu merupakan bagian dari seri karakter bernama “The Monster”, yang diciptakan oleh Kasing Lung, seorang seniman asal Hong Kong. Karakter ini memiliki ciri khas unik, seperti tubuh berbulu berwarna-warni, telinga panjang, gigi runcing, dan ekspresi wajah yang tampak nakal.

Selain Labubu, Kasing Lung juga menciptakan karakter lain dalam keluarga The Monster, seperti Zimomo, Tycoo, dan Spooky. Namun, di antara semuanya, Labubu adalah yang paling populer dan memiliki banyak versi koleksi.

Terinspirasi oleh dongeng Nordik dan mitologi Viking, Kasing Lung pertama kali memperkenalkan The Monster pada tahun 2015. Dalam konsep ceritanya, karakter-karakter ini merupakan makhluk baik hati yang sering bertingkah usil tetapi tetap menggemaskan.

Popularitas Labubu meningkat drastis sejak Pop Mart memperoleh lisensi eksklusif untuk memproduksi dan memasarkan karakter ini pada 2019. Saat ini, boneka Labubu tersedia dalam berbagai model dengan harga yang beragam, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp14,5 juta, tergantung pada edisi dan ukurannya.

Lisa BLACKPINK dan Viral-nya Labubu di Media Sosial

Salah satu momen yang membuat Labubu semakin terkenal adalah ketika Lisa BLACKPINK mengunggah foto koleksi bonekanya di Instagram pada April 2024. Postingan ini menjadi viral, memicu lonjakan minat terhadap Labubu, terutama di negara-negara Asia seperti Thailand, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Singapura.

Di Thailand, popularitas Labubu bahkan mencapai tingkat yang luar biasa. Banyak penggemar Lisa yang langsung berburu boneka ini, menyebabkan permintaan melonjak drastis. Pemerintah Thailand bahkan mengeluarkan peringatan terkait penjualan Labubu palsu, mengingat banyaknya kasus penipuan yang memanfaatkan tren ini.

Tak hanya di kalangan kolektor dan penggemar K-pop, Labubu juga mulai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Di Thailand, misalnya, beberapa pekerja membawa Labubu ke tempat kerja sebagai bentuk dukungan emosional, membantu mereka tetap bersemangat di tengah rutinitas yang sibuk.

Labubu: Lebih dari Sekadar Mainan, Kini Jadi Barang Koleksi Eksklusif

Saat ini, Labubu bukan hanya sekadar boneka lucu, tetapi juga simbol tren dan gaya hidup. Banyak kolektor yang rela antre panjang atau bahkan berburu edisi terbatas untuk melengkapi koleksi mereka. Labubu juga kerap menjadi hadiah dalam berbagai event atau undian, menandakan betapa besarnya daya tarik boneka ini di masyarakat.

Dengan desainnya yang unik, cerita menarik di balik penciptaannya, serta dukungan besar dari para selebriti dan influencer, Labubu terus menorehkan namanya sebagai salah satu boneka koleksi paling dicari di dunia. Bagi penggemarnya, memiliki Labubu bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap seni dan kreativitas di balik karakter menggemaskan ini.

Marbel Fire Fighter: The Card Game – Siapkan Dirimu Jadi Pahlawan Penyelamat

Tim Playday Indonesia kali ini hadir dengan ulasan menarik tentang sebuah board game edukasi yang baru saja dirilis, yaitu Marbel Fire Fighter: The Card Game. Game yang satu ini sangat cocok untuk dimainkan bersama keluarga, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Bagi para penggemar permainan kartu yang sederhana namun seru, game ini menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu luang.

Pengenalan tentang Marbel Fire Fighter: The Card Game

Marbel Fire Fighter: The Card Game adalah permainan kartu yang diproduksi oleh Educa Studio, dengan konsep yang sangat sederhana namun tetap menyuguhkan tantangan dan keseruan. Dalam game ini, pemain berperan sebagai pemadam kebakaran yang bertugas memadamkan api dan menyelamatkan warga kota Marbel yang terjebak dalam kebakaran. Tugas utama pemain adalah mengumpulkan poin dari kartu kebakaran, yang diperoleh dengan cara memadamkan api menggunakan selang air dan menyelamatkan sebanyak mungkin korban dari gedung yang terbakar.

Untuk memenangkan permainan, pemain harus mengumpulkan poin terbanyak. Selain itu, pemain juga bisa memperoleh poin ekstra dengan menemukan kartu bonus yang berisi gambar korban yang perlu diselamatkan. Game ini memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif, mengajarkan para pemain tentang tugas mulia para pemadam kebakaran dalam kehidupan nyata.

Detail Permainan

Berikut adalah informasi umum tentang Marbel Fire Fighter: The Card Game:

  • Tahun Terbit: 2018
  • Lokasi Terbit: Indonesia
  • Jumlah Pemain: 2 – 6 orang
  • Waktu Permainan: 10 – 15 menit
  • Usia Pemain: 8 tahun ke atas
  • Perancang Game: Andi Taru
  • Penerbit: Educa Studio

Mengapa Marbel Fire Fighter: The Card Game Layak Dicoba

Marbel Fire Fighter: The Card Game adalah contoh board game lokal yang sangat mengedukasi dan menyenangkan. Game ini tidak hanya cocok untuk anak-anak, tetapi juga bisa dinikmati oleh orang dewasa. Permainan ini mengajarkan nilai-nilai penting, seperti kerja sama, pengambilan keputusan, dan pemahaman tentang profesi pemadam kebakaran yang sangat penting dalam kehidupan kita. Selain itu, dengan waktu permainan yang relatif singkat, game ini bisa menjadi alternatif yang menarik untuk bermain bersama keluarga tanpa memerlukan waktu yang lama.

Menurut Tim Playday Indonesia, Marbel Fire Fighter: The Card Game adalah board game yang sangat direkomendasikan, terutama untuk anak-anak. Namun, game ini juga terbukti sangat seru meskipun dimainkan oleh remaja atau orang dewasa, menjadikannya pilihan yang sempurna untuk berbagai usia. Selain menyenangkan, permainan ini juga aman dan mampu memberikan wawasan edukatif yang berguna, khususnya mengenai profesi pemadam kebakaran.

Bagi yang mencari game kartu yang ringan namun tetap seru, Marbel Fire Fighter: The Card Game patut untuk dicoba, karena menawarkan pengalaman bermain yang menghibur sekaligus mendidik.

Serangan Siber Menghantui Roblox, 1,6 Juta Terjadi pada 2024, Bocil Wajib Tahu!

Kaspersky, perusahaan keamanan siber ternama, baru-baru ini merilis laporan yang memperingatkan tentang meningkatnya ancaman serangan dunia maya terhadap Roblox, sebuah platform permainan online yang sangat populer di kalangan anak-anak. Di tahun 2024, lebih dari 1,6 juta serangan yang disamarkan dengan menggunakan file-file berbahaya yang terhubung dengan Roblox telah terdeteksi. Angka ini menunjukkan betapa besarnya risiko yang mengancam keamanan para pengguna muda yang bermain di dunia digital tersebut.

Roblox bukan sekadar sebuah permainan, namun lebih merupakan sebuah dunia maya yang memungkinkan para penggunanya, terutama anak-anak, untuk berkreasi dan berinteraksi dalam permainan yang mereka buat atau temui. Popularitas Roblox yang pesat menjadikannya sasaran utama para penjahat siber, yang sering kali menyusupkan malware dalam bentuk modifikasi permainan, cheat, atau bahkan tawaran hadiah-hadiah gratis yang tampaknya menggiurkan, seperti mata uang virtual dalam permainan.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Kaspersky, sebanyak 1.612.921 percobaan serangan berhasil dideteksi sepanjang tahun 2024. Puncak serangan terjadi pada bulan Agustus dengan 179.286 percobaan, diikuti oleh bulan September dan Oktober dengan masing-masing 160.116 dan 151.638 percobaan. Mayoritas serangan ini menggunakan taktik penipuan yang menyasar file yang tampaknya terkait dengan Roblox.

Salah satu modus penipuan yang paling sering ditemui adalah tawaran hadiah menarik, seperti mata uang permainan gratis atau barang-barang elektronik, yang seolah-olah diberikan oleh Roblox. Dalam penipuan ini, pemain diminta untuk memasukkan ID atau nama pengguna mereka dan memilih platform tempat mereka bermain, seperti Android, iOS, atau konsol lainnya. Selanjutnya, mereka akan melihat informasi palsu yang menunjukkan pemain lain menerima Robux (mata uang virtual Roblox), yang tampak memperkuat penipuan tersebut.

Korban yang terjebak dalam penipuan ini kemudian diminta untuk mengisi survei atau melakukan verifikasi untuk berpeluang memenangkan hadiah. Hadiah-hadiah yang dijanjikan, seperti iPhone atau PlayStation, akan diberikan setelah pemain melakukan pembayaran biaya pengiriman. Sayangnya, setelah uang dikirim, hadiah tidak pernah datang, dan uang korban pun hilang tanpa jejak.

Vasily Kolesnikov, seorang pakar keamanan dari Kaspersky, menekankan pentingnya perlindungan dunia maya, terutama bagi anak-anak yang sering menjadi target empuk bagi para penjahat siber. “Penting bagi orang tua untuk menjaga keamanan digital anak-anak mereka. Pendidikan tentang kebersihan dunia maya, seperti menggunakan autentikasi dua faktor dan memperkenalkan mereka pada solusi keamanan yang tepercaya, akan membantu menciptakan dunia digital yang lebih aman,” jelas Kolesnikov.

Untuk membantu melindungi anak-anak dari ancaman siber ini, Kaspersky memberikan beberapa tips bagi orang tua, seperti memantau aktivitas online anak-anak mereka, berbicara terbuka mengenai risiko yang ada di dunia maya, serta memastikan anak-anak menggunakan kata sandi yang aman dan unik. Selain itu, penggunaan aplikasi pengasuhan digital seperti Kaspersky Safe Kids dapat memberikan perlindungan lebih, membantu orang tua mengawasi konten yang diakses anak, mengelola waktu layar, serta melindungi privasi mereka.

Dengan tindakan pencegahan yang tepat, orang tua dapat membantu anak-anak mereka menikmati pengalaman bermain di Roblox dan permainan digital lainnya dengan aman, tanpa menjadi korban dari ancaman penipuan siber yang terus berkembang.

Dari Kenangan Lama, Warga Malang Kini Hobi Koleksi Jam Beker dan Mainan Lawas

Di tengah kesibukan kehidupan modern yang serba cepat, ada satu kisah yang membawa kita kembali ke masa lalu. Dodi Mulyadi, seorang warga Kota Malang, berhasil menciptakan ruang kecil penuh kenangan melalui koleksi benda-benda antik. Rumahnya yang terletak di Jalan Pisang Agung Nomor 55-51, Kecamatan Sukun, kini bisa disebut sebagai museum mini yang menyimpan ratusan benda unik, termasuk jam beker dan mainan lawas yang telah lama terlupakan oleh banyak orang.

Koleksi Dodi dimulai pada tahun 2005, ketika ia secara tidak sengaja melihat jam beker lawas yang mengingatkannya pada masa kecil. “Saat itu saya sedang jalan-jalan dan menemukan jam beker yang dulu pernah saya lihat waktu kecil. Itu yang membuat saya tergerak untuk membelinya,” kenang Dodi. Sejak saat itu, ketertarikannya terhadap barang-barang antik semakin mendalam, dan ia mulai sering mengunjungi pasar barang bekas untuk mencari benda-benda serupa.

Dodi kini memiliki lebih dari 250 jam beker dengan berbagai ukuran dan bentuk. Bagi Dodi, koleksi ini lebih dari sekadar benda mati. Setiap jam beker yang dipajangnya menyimpan kenangan tentang masa kecilnya. “Benda-benda ini mengingatkan saya pada waktu-waktu kecil yang penuh dengan kesederhanaan. Saya beli, bersihkan, dan pajang di sini untuk mengenang masa itu,” ujar Dodi.

Namun, jam beker bukan satu-satunya koleksi Dodi. Rumahnya juga dipenuhi dengan benda-benda antik lainnya, seperti radio lawas, koper besi, mesin ketik, korek api, hingga setrika arang. Selain itu, Dodi juga memiliki koleksi mainan lawas yang tak kalah menarik. “Ini semua bukan hanya untuk hiburan pribadi, tetapi juga sebagai cara untuk mengenang masa lalu. Banyak teman-teman saya yang datang dan ikut menikmati koleksi ini,” katanya.

Dodi mengungkapkan bahwa dukungan keluarganya sangat penting bagi kelangsungan hobinya. Meskipun pada awalnya keluarganya merasa bingung dengan kebiasaannya mengumpulkan barang-barang antik, seiring waktu mereka mulai memahami dan mendukungnya. “Keluarga saya lebih ke dukungan praktis, seperti ketika barang-barang saya sudah dipajang dan dinikmati orang lain. Mereka mulai melihat bahwa ini bukan hanya hobi, tapi juga hiburan bagi banyak orang,” tambah Dodi.

Koleksi antik Dodi bahkan pernah dimanfaatkan untuk tujuan lain, seperti properti pernikahan. “Kadang, koleksi ini dipromosikan oleh anak-anak saya atau disewa oleh teman-teman mereka untuk keperluan acara, seperti pernikahan,” katanya sambil tersenyum.

Dengan koleksi yang terus berkembang, Dodi Mulyadi telah menciptakan sebuah dunia kecil penuh nostalgia. Rumahnya bukan hanya menjadi tempat untuk menyimpan barang-barang antik, tetapi juga menjadi tempat yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Dodi berharap bahwa melalui koleksinya, orang-orang bisa lebih menghargai sejarah dan kenangan yang terkandung dalam setiap benda lawas yang dia simpan.

Saatnya Penggemar Boneka Beruang Fiksi Indonesia Menikmati Koleksi Eksklusif Terbaru

Jakarta – Penggemar Winnie the Pooh di Indonesia akan segera disuguhkan pengalaman unik melalui pameran interaktif bertema yang diadakan oleh OH!SOME berkolaborasi dengan Disney. Acara ini rencananya akan berlangsung pada pertengahan Februari 2025 di Urban Forest Jakarta, menawarkan berbagai aktivitas menarik bagi pecinta karakter beruang ikonik ini.

Peluncuran Program Pooh Sweet Picnic Limited Edition

Sebagai bagian dari perayaan ini, OH!SOME secara resmi meluncurkan program Pooh Sweet Picnic Limited Edition, sebuah rangkaian acara yang mencakup event offline, interaksi online, serta pameran eksklusif.

“Kami sangat antusias menghadirkan pengalaman baru bagi para penggemar Winnie the Pooh di Indonesia. Pameran ini akan menjadi bagian dari rangkaian pertama OH!SOME FEST 2025, yang menghadirkan berbagai kejutan menarik,” ujar PR Manager OH!SOME, Shelly, dalam konferensi pers pada Kamis (16/1/2025).

Dalam edisi spesial ini, desain karakter Winnie the Pooh akan diperbarui dengan sentuhan tema piknik yang eksklusif. Berbagai produk bertema Winnie the Pooh juga tersedia secara terbatas, termasuk boneka berkualitas tinggi, gantungan kunci lucu, mainan trendy, alat kecantikan praktis, serta alat tulis kreatif.

Pop-Up Store dan Produk Limited Edition

Sebagai bagian dari festival Pooh Sweet Picnic, panitia juga menghadirkan pop-up store bertema Winnie the Pooh yang menjual berbagai produk eksklusif. Salah satu daya tarik utamanya adalah boneka raksasa Winnie the Pooh edisi terbatas, yang akan menjadi kejutan spesial bagi para pengunjung.

Bagi yang ingin mengabadikan momen, OH!SOME telah menyiapkan area foto tematik Winnie the Pooh di beberapa lokasi, termasuk Surabaya, Bekasi, dan Jakarta.

“Kami ingin memberikan pengalaman menyeluruh bagi para penggemar, sehingga mereka bisa benar-benar merasakan dunia Winnie the Pooh dan membawa pulang kenangan indah dari acara ini,” tambah Shelly.

Tantangan OH!SOME ME CHALLENGE & Workshop Kreatif

Untuk semakin meramaikan acara, OH!SOME juga menyelenggarakan kompetisi bertajuk OH!SOME ME CHALLENGE, yang bisa diikuti secara online maupun offline.

Peserta dapat mengunggah video bertema Winnie the Pooh di Instagram dengan hashtag #ohsomemechallenge atau menyebutkan kode rahasia di toko OH!SOME AEON Tanjung Barat dan OH!SOME Grand Kota Bintang. Mereka yang berpartisipasi akan berkesempatan memenangkan hadiah menarik sekaligus ikut meramaikan tren Winnie the Pooh di media sosial.

Bagi anak-anak, tersedia workshop kerajinan tangan OH!SOME CLAY DATES yang akan berlangsung di OH!SOME Central Park, Jakarta. Di sini, peserta dapat membuat sendiri karakter Winnie the Pooh favorit mereka, menambah pengalaman edukatif dan menyenangkan.

Kesimpulan

Kolaborasi antara OH!SOME dan Disney ini menjadi salah satu acara wajib dikunjungi bagi penggemar Winnie the Pooh di Indonesia. Dengan berbagai aktivitas menarik, pameran interaktif, produk eksklusif, hingga kompetisi seru, acara ini siap menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung.

Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan langsung pesona dunia Winnie the Pooh di Urban Forest Jakarta pada pertengahan Februari 2025! 🍯🐻✨

Hot Wheels Menjadi Koleksi Dewasa, Ini Alasannya

Mengoleksi Hot Wheels ternyata bukan hanya sekadar hobi bagi banyak pria, tetapi juga sebuah bentuk kecintaan terhadap desain, kenangan masa kecil, dan bahkan sebagai investasi jangka panjang. Bagi banyak pria dewasa, khususnya mereka yang sudah berkeluarga, koleksi mobil mini ini menyimpan makna lebih dari sekadar barang mainan.

Salah satu daya tarik utama dari mengoleksi Hot Wheels adalah unsur nostalgia yang begitu kental. Bagi banyak pria, mobil Hot Wheels mengingatkan mereka pada masa kecil yang penuh keceriaan, saat mereka sibuk bermain dan menciptakan dunia balap mini bersama teman-teman. Kenangan indah ini menjadi alasan mengapa banyak pria kembali tertarik pada koleksi mobil-mobil mini tersebut, seolah menghidupkan kembali kebahagiaan yang pernah mereka rasakan.

Selain itu, mengoleksi Hot Wheels bagi para kolektor dewasa seringkali bukan hanya soal memiliki mobil mini tertentu, tetapi juga tentang tantangan mencari item-item langka. Pencarian ini memberikan sensasi prestasi tersendiri, mirip dengan kolektor barang antik atau seni yang mencari benda langka untuk menambah koleksi mereka. Mencari mobil Hot Wheels yang sulit ditemukan memberikan kepuasan tersendiri, yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga membangun rasa kepemilikan dan kebanggaan.

Di luar aspek pencarian, dunia koleksi Hot Wheels juga menyuguhkan peluang untuk bersosialisasi. Kompetisi antar kolektor seringkali diadakan untuk menentukan siapa yang memiliki koleksi terbaik atau paling lengkap. Aktivitas ini menjadi ajang bagi para kolektor untuk bertemu, berbagi cerita, dan saling mengagumi koleksi masing-masing. Lebih dari itu, hobi ini juga menjadi sarana untuk mengurangi stres, mencari kesenangan baru, atau sekadar “flexing” dengan koleksi yang dimiliki.

Seiring berjalannya waktu, mengoleksi Hot Wheels semakin dianggap sebagai salah satu cara untuk berinvestasi, karena beberapa model langka dan terbatas bisa dihargai tinggi di pasar koleksi. Dengan berbagai alasan tersebut, tak heran jika semakin banyak pria yang menyelami dunia koleksi Hot Wheels, menjadikannya bagian dari kehidupan mereka yang tak hanya menyenankan tetapi juga menguntungkan.

Mainan Koleksi Pikachu Berbaju Batik Jadi Incaran Kolektor

Pada 17 November 2024, sebuah fenomena baru muncul di dunia koleksi mainan dan merchandise Pokémon di Indonesia. Mainan Pikachu dengan pakaian batik tradisional Indonesia kini menjadi incaran utama para kolektor. Berkolaborasi dengan merek batik ternama, mainan Pikachu ini menggabungkan ikon global dari Pokémon dengan budaya lokal yang kental, menciptakan produk unik yang mendapat perhatian luar biasa. Para penggemar Pokémon serta kolektor batik antusias memburu edisi terbatas ini, menjadikannya salah satu barang yang paling dicari saat ini.

Mainan Pikachu dengan pakaian batik ini dirancang untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia sambil tetap mempertahankan daya tarik global dari karakter Pikachu. Desain batik yang dipilih pun mencerminkan berbagai motif khas dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Batik Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan. Kombinasi unik ini mendapat sambutan positif dari banyak kalangan, terutama bagi mereka yang ingin memiliki barang koleksi yang tidak hanya menarik tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional.

Karena produk ini dirilis dalam jumlah terbatas, mainan Pikachu berbatik langsung menarik perhatian kolektor dari berbagai kalangan. Harganya yang cukup premium tidak menghalangi para penggemar dan kolektor untuk membelinya. Bahkan, banyak yang rela mengantri panjang untuk mendapatkan satu unit mainan ini. Kolektor tidak hanya melihatnya sebagai mainan, tetapi juga sebagai barang seni yang memiliki nilai sejarah dan budaya, sehingga membuatnya semakin berharga.

Kolaborasi antara Pokémon dan batik ini juga menjadi simbol pentingnya sinergi antara budaya pop global dan tradisi lokal. Banyak pihak yang melihat produk ini sebagai langkah positif untuk mengenalkan batik Indonesia kepada dunia internasional. Dengan menggunakan karakter yang sudah mendunia seperti Pikachu, produk ini berhasil menarik perhatian banyak orang, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ke depannya, kolaborasi semacam ini diharapkan dapat memperkenalkan lebih banyak aspek budaya Indonesia melalui media yang lebih modern dan diterima secara global.

Dengan popularitas yang semakin meningkat, mainan Pikachu berbaju batik ini diyakini akan terus menjadi incaran utama bagi kolektor di seluruh dunia.

Fenomena Mainan Koleksi Robot Boboiboy Yang Populer Di Indonesia

Pada 13 November 2024, fenomena mainan koleksi robot Boboiboy kembali mencuri perhatian para penggemar mainan di Indonesia. Robot-robot mini yang terinspirasi dari karakter Boboiboy, protagonis dalam serial animasi populer asal Malaysia, kini menjadi salah satu jenis mainan yang paling banyak dikoleksi oleh anak-anak dan para kolektor. Popularitasnya semakin meningkat berkat desainnya yang unik dan kemiripan dengan karakter-karakter dalam serial tersebut, menjadikannya sebagai barang koleksi yang diminati berbagai kalangan.

Mainan koleksi ini hadir dalam berbagai variasi, mulai dari robot Boboiboy, Yaya, hingga karakter-karakter lainnya yang ada dalam serial. Setiap robot dilengkapi dengan fitur-fitur interaktif seperti suara, gerakan, dan efek cahaya, yang semakin meningkatkan daya tariknya. Desain yang inovatif, ditambah dengan kualitas yang terjamin, membuat robot Boboiboy menjadi pilihan utama bagi para penggemar dan kolektor mainan. Tak heran jika mainan ini terus mengalami peningkatan penjualan dan ketersediaannya di berbagai toko mainan di seluruh Indonesia.

Kesuksesan serial animasi Boboiboy yang mengusung tema petualangan dan persahabatan juga berkontribusi besar terhadap popularitas mainan robot ini. Setiap episode yang menampilkan aksi-aksi seru antara karakter utama dan robot-robot canggih mereka, semakin menambah minat penggemar untuk memiliki replika mainan tersebut. Bagi banyak penggemar muda, koleksi robot Boboiboy bukan hanya sekadar mainan, tetapi juga bagian dari pengalaman emosional dan kecintaan mereka terhadap serial yang menginspirasi.

Selain hiburan, mainan robot Boboiboy juga memiliki unsur edukasi yang mengasah kreativitas anak-anak. Dengan merakit dan memainkan robot-robot tersebut, anak-anak dapat belajar tentang teknologi dasar, seperti mekanisme gerakan dan penggunaan sensor. Aktivitas ini mengembangkan keterampilan motorik halus, imajinasi, serta kemampuan pemecahan masalah. Oleh karena itu, tidak hanya menjadi koleksi, mainan ini juga dapat memberikan manfaat edukatif bagi anak-anak yang menggunakannya.

Seiring dengan berkembangnya tren koleksi mainan di kalangan anak muda, media sosial juga berperan dalam meningkatkan popularitas mainan robot Boboiboy. Banyak kolektor dan penggemar mainan yang memamerkan koleksi mereka melalui platform seperti Instagram dan TikTok, yang memperlihatkan betapa besar antusiasme terhadap produk ini. Hal ini turut memperkuat posisi mainan robot Boboiboy sebagai salah satu pilihan koleksi paling banyak dicari di pasaran saat ini.