Mainan Nerf telah menjadi favorit di kalangan anak-anak dan penggemar permainan tembak-tembakan. Jenis mainan ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga menawarkan berbagai pilihan dengan keunggulan masing-masing. Salah satu produk Nerf terbaik yang patut dimiliki adalah Nerf Super Soaker Hydra, sebuah pistol air yang dapat menampung hingga 1,9 liter air. Dengan kapasitas besar ini, permainan menjadi lebih lama tanpa harus sering mengisi ulang. Tembakan air yang kencang dan dapat disesuaikan juga menjadi nilai tambah pada mainan ini. Selanjutnya, Hasbro Nerf Fortnite mengusung tema permainan video populer, Fortnite, dengan fitur roket yang dapat diisi ulang. Pemain cukup mendorong dan menarik handle untuk menembakkan roket tersebut, memberikan pengalaman seru seperti dalam permainan. Nerf Elite juga menjadi pilihan menarik dengan kemampuannya menembak sejauh 27 meter. Mainan ini dikenal dengan peluru ringan yang tahan lama serta desain oranye dan biru yang mencolok, mudah menarik perhatian. Untuk para penggemar dinosaurus, Nerf Dinosquad hadir dengan desain unik dan aksesori mata dinosaurus, serta kemampuan menembak hingga 27 meter, menjadikannya hadiah yang sempurna untuk anak-anak. Terakhir, Nerf Zombie Strike hadir dengan fitur tembakan yang dapat mengarah ke tiga arah sekaligus, cocok untuk mereka yang ingin merasakan sensasi menghadapi zombie dalam permainan. Dengan berbagai pilihan ini, mainan Nerf selalu menjadi pilihan tepat untuk koleksi.
All posts by DL - MOYO
Demam Konsol Retro di Jepang, Kolektor Berburu Harta Karun Digital
Permintaan akan konsol game klasik di Jepang semakin meningkat, menarik perhatian kolektor dari berbagai belahan dunia. Salah satu toko yang menjadi pusat perhatian adalah Super Potato di Akihabara, Tokyo, yang dikenal sebagai surganya penggemar game retro. Seorang turis asal Amerika Serikat, David Madrigal, merasa seperti anak kecil di toko permen saat berhasil mendapatkan PlayStation Vita edisi 2011 dengan harga US$200, jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasar di negaranya yang mencapai US$600.
Di toko ini, berbagai koleksi langka seperti Sega Dreamcast hingga mesin arcade klasik seperti Street Fighter II tersedia bagi para pencari nostalgia. Salah satu barang koleksi paling mahal di sana adalah Nintendo Game & Watch edisi Zelda dari tahun 1980-an, yang dibanderol hingga 250.800 yen atau sekitar Rp26 juta.
Manajer toko, yang akrab disapa Mr. Komura, mengungkapkan bahwa 70 hingga 80 persen pelanggan mereka adalah wisatawan asing. Menurut Hiroyuki Maeda, seorang sejarawan game, daya tarik konsol retro terletak pada perbedaannya dengan rilis luar negeri, membuat para kolektor semakin bersemangat berburu unit eksklusif khas Jepang.
Di luar Tokyo, seorang kolektor legendaris bernama Proudro telah mengumpulkan ribuan permainan dan konsol lawas. Ia menikmati suasana di antara koleksi tersebut tanpa harus sering memainkannya, cukup dengan mendengar suaranya dan merasakan atmosfer masa lalu. Namun, meningkatnya permintaan membuat harga barang-barang ini melonjak, seperti Super Mario Bros yang pernah terjual seharga US$2 juta. Meskipun demikian, Proudro berharap bahwa koleksi berharga ini tetap berada di Jepang, sebagaimana negara tersebut lambat menyadari nilai sejarah dari industri game mereka.
Masa Depan AI di China: Dari Robot Catur hingga Revolusi Teknologi
Timmy, bocah berusia delapan tahun, menopang dagunya sambil berpikir keras. Ia berusaha mengalahkan sebuah robot bertenaga kecerdasan buatan dalam permainan catur. Robot tersebut bukanlah bagian dari eksperimen laboratorium atau pameran teknologi, melainkan hadir di apartemennya di Beijing sebagai teman bermain sekaligus guru kecilnya. Sejak malam pertama kedatangannya, Timmy begitu menyukai robot tersebut hingga memeluknya sebelum tidur, meski masih mencari nama yang tepat untuk teman barunya itu.
Dalam pertandingan catur pertamanya, Timmy berhasil menang. Robot itu segera merapikan kembali bidak-bidak catur sambil berkata dalam bahasa Mandarin bahwa ia akan bermain lebih baik di lain waktu. Keberadaan robot ini mencerminkan ambisi besar China dalam mengembangkan kecerdasan buatan sebagai bagian dari rencana menjadi pemimpin global dalam teknologi pada tahun 2030. Salah satu bukti nyata dari kemajuan ini adalah DeepSeek, chatbot yang menarik perhatian dunia pada Januari lalu.
China saat ini memiliki lebih dari 4.500 perusahaan yang mengembangkan dan menjual teknologi AI. Dana besar terus mengalir ke sektor ini, terutama setelah Amerika Serikat memperketat kontrol ekspor chip canggih dan memasukkan lebih banyak perusahaan China ke dalam daftar hitam perdagangan. Namun, hambatan tersebut tidak menghentikan laju perkembangan AI di China. Beijing bahkan berencana menginvestasikan 10 triliun yuan dalam 15 tahun mendatang guna memperkuat posisi mereka di industri ini.
Keberhasilan DeepSeek menjadi simbol kebangkitan AI China. Banyak perusahaan lain, termasuk SenseRobot, semakin dikenal di pasar global. Tommy Tang, pendiri SenseRobot, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah menjual lebih dari 100.000 unit robot catur dan kini menjalin kerja sama dengan jaringan ritel besar di Amerika Serikat. Generasi muda China, yang didorong oleh pemerintah untuk menekuni bidang STEM, menjadi kekuatan utama dalam perlombaan teknologi ini.
Di Shanghai, pameran AI baru-baru ini menampilkan berbagai inovasi luar biasa. Robot humanoid bermain sepak bola, sementara robot pencarian dan penyelamatan memamerkan kemampuannya. Publik kini semakin tertarik dengan AI, yang tidak lagi sekadar konsep tetapi sudah nyata mengubah kehidupan sehari-hari. Dalam dunia yang semakin didominasi oleh teknologi, China membuktikan diri sebagai kekuatan baru yang siap bersaing di kancah global.
Pedagang Mainan Tradisional, Upaya Melestarikan Budaya di Tengah Modernisasi
Sukat Heriyanto, seorang pedagang mainan tradisional asal Yogyakarta, menjajakan dagangannya saat car free day (CFD) di Taman Wijaya, Kabupaten Sampang, pada Minggu (23/2/2025). Berbagai mainan yang ia jual terbuat dari bambu, seperti seruling, peluit, gasing, hingga hiasan gantung. Semua mainan itu dibuat sendiri olehnya dengan penuh keterampilan dan kecintaan terhadap budaya tradisional. Dengan keunikan dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya, mainan-mainan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, terutama anak-anak yang penasaran dengan cara memainkannya.
Heri mengungkapkan bahwa dirinya sudah satu bulan berada di Kabupaten Sampang untuk berjualan dengan cara berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya. Ia rela menempuh perjalanan jauh demi mencari lokasi strategis yang ramai pengunjung agar mainan yang dijualnya lebih dikenal masyarakat. Ia berharap mainan tradisional yang dijualnya bisa menarik perhatian anak-anak sekaligus memperkenalkan mereka pada permainan khas Indonesia yang mulai tergeser oleh teknologi modern. Ia merasa prihatin melihat semakin banyak anak-anak yang menghabiskan waktu dengan gawai dibanding bermain di luar dengan teman-temannya. Oleh karena itu, ia ingin menghidupkan kembali keceriaan anak-anak melalui mainan tradisional yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukasi.
Salah satu pembeli, Zumroh, mengatakan bahwa dirinya sengaja membeli mainan tersebut untuk anaknya. Menurutnya, keberadaan mainan tradisional sangat penting dalam mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda. Ia juga berharap mainan ini bisa menjadi alternatif hiburan yang lebih bermanfaat dibandingkan dengan penggunaan gawai yang berlebihan. “Saya ingin anak saya merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang saya alami saat kecil dulu. Mainan seperti ini dulu sangat populer dan selalu dimainkan bersama teman-teman, tidak seperti sekarang yang kebanyakan anak sibuk dengan gadget,” ungkapnya.
Tidak sedikit orang tua lain yang memiliki pandangan serupa. Beberapa pengunjung CFD yang mampir ke lapak Heri juga menyatakan kekaguman mereka terhadap usaha sang pedagang dalam menjaga warisan budaya. Mereka berharap semakin banyak orang yang tertarik untuk membeli dan memainkan mainan tradisional agar eksistensinya tidak punah.
Keberadaan pedagang seperti Heri tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berperan dalam menjaga kelestarian budaya dan sejarah. Dengan semakin langkanya mainan tradisional, upaya untuk memperkenalkannya kembali kepada masyarakat menjadi hal yang sangat berharga. Jika tidak ada yang melestarikannya, bukan tidak mungkin dalam beberapa dekade ke depan, permainan tradisional hanya tinggal kenangan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas budaya, maupun masyarakat umum, agar mainan tradisional tetap bertahan dan terus diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Gundam Assemble: Strategi Baru dalam Dunia Mobile Suit
Para penggemar Gundam di seluruh dunia bersiap menyambut Gundam Assemble, sebuah board game yang menawarkan pengalaman bermain yang berbeda dari sebelumnya. Dengan figur-figur Gundam setinggi lima sentimeter yang berdiri di atas basis heksagonal, permainan ini membawa pemain masuk ke dalam dunia Mobile Suit Gundam dengan cara yang lebih interaktif dan strategis. Tidak hanya sekadar menghadirkan unsur nostalgia, Gundam Assemble memungkinkan pemain mengikuti skenario yang sesuai dengan cerita asli atau mengeksplorasi kemungkinan baru di luar dunia seri tersebut. Beberapa mobile suit ikonik seperti RX-78-2 Gundam, Wing Gundam Zero EW, dan Gundam Aerial akan hadir dalam permainan ini. Selain itu, Zaku-II Char Custom, Kapool, serta kapal Dominion juga telah dikonfirmasi sebagai bagian dari permainan ini.
Sementara itu, kabar baik lainnya datang dari Gundam Card Game, yang akan dirilis dalam bahasa Inggris, Jepang, dan Tionghoa Sederhana pada 12 Juli 2025. Menariknya, game kartu ini akan berkolaborasi dengan Gundam Assemble melalui sebuah starter set khusus yang menggabungkan tiga figur Gundam Assemble dan kartu token eksklusif. Kombinasi ini menjanjikan pengalaman bermain yang lebih seru dan strategis bagi para penggemar.
Gundam Assemble tidak hanya sekadar mengoleksi figur, tetapi juga menghadirkan strategi permainan yang mendalam. Pemain akan mengendalikan mobile suit mereka di atas papan heksagonal dan memanfaatkan kemampuan unik dari setiap unit untuk meraih kemenangan. Posisi dan strategi menjadi faktor utama dalam permainan ini. Di sisi lain, Gundam Card Game menawarkan sistem permainan berbasis deck yang terdiri dari 50 kartu, termasuk unit, pilot, command, dan base, serta 10 kartu sumber daya yang digunakan untuk menjalankan strategi permainan. Dengan hadirnya dua permainan ini, penggemar Gundam akan mendapatkan pengalaman baru yang lebih imersif dan menantang.
Zero Toys: Museum Mainan di Bandung yang Bawa Nostalgia Era 1980-an
Bandung kembali menghadirkan destinasi wisata unik yang patut dikunjungi, yakni museum mainan Zero Toys. Berbeda dari museum pada umumnya, tempat ini menyimpan berbagai koleksi mainan yang berasal dari era 1980-an, menghadirkan nostalgia bagi para pengunjung dari berbagai kalangan. Berlokasi di Jalan Sunda No. 39a, Sumur Bandung, museum ini telah ada sejak tahun 1999 dan menjadi tempat impian bagi para kolektor mainan di Indonesia. Zero Toys juga dikenal sebagai pusat mainan konsinyasi, terutama untuk item langka yang banyak diincar kolektor.
Museum ini memiliki lebih dari 3.500 koleksi mainan, mencakup berbagai karakter dari anime, serial TV, hingga tokoh ikonik dari masa lalu. Salah satu koleksi utama yang menjadi daya tarik adalah mainan Star Wars yang sangat lengkap, mulai dari action figure, novel, hingga berbagai memorabilia lainnya. Pengunjung yang merupakan penggemar berat Star Wars dapat menikmati pengalaman serasa berada di dunia galaksi yang jauh. Selain itu, museum ini juga menyediakan berbagai koleksi video game klasik yang dapat dimainkan, menjadi tempat nostalgia bagi pecinta game retro.
Zero Toys terdiri dari tiga lantai, di mana selain area museum, terdapat toko mainan yang menjual berbagai koleksi unik. Menariknya, museum ini tidak buka setiap hari, melainkan hanya beroperasi dari Jumat hingga Minggu. Namun, bagi yang ingin datang di luar jadwal tersebut, bisa melakukan konfirmasi terlebih dahulu melalui akun Instagram resmi @zerotoys dan @museum198x. Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk, tetapi cukup membeli merchandise berupa stiker pack bertema tahun 1980-an sebagai tanda masuk dan kenang-kenangan.