All posts by DL - MOYO

Mainan Koleksi yang Bisa Jadi Investasi dan Hiasan Rumah

Mungkin kamu adalah salah satu penggemar mainan atau bahkan baru tertarik untuk memulai hobi mengoleksi mainan. Ternyata, beberapa jenis mainan bisa menjadi koleksi yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga berpotensi menjadi investasi. Selain itu, koleksi mainan juga bisa menjadi elemen dekorasi menarik untuk rumahmu.

Salah satu jenis mainan yang populer untuk koleksi adalah action figure superhero. Mainan berbentuk karakter kecil dari film atau tokoh terkenal ini bisa memikat hati banyak orang. Tokoh dari Marvel, DC, Star Wars, atau Disney seperti Finding Nemo dan Toy Story sering kali menjadi pilihan favorit untuk dijadikan koleksi. Kamu bisa menyusunnya di lemari kaca untuk mempercantik tampilan rumah, sesuai dengan tema yang kamu suka, misalnya, menyusun karakter superhero dari Marvel di baris pertama, dan tokoh wanita serta villain di baris berikutnya.

Selain action figure, mainan LEGO juga sangat menarik untuk dikoleksi. Dengan bentuk bongkahan plastik yang bisa dibentuk menjadi berbagai macam objek, seperti rumah, mobil, dan karakter dari film, LEGO bisa mengasah kreativitasmu. Kamu juga bisa memilih LEGO yang bertema film populer, seperti Marvel, untuk melengkapi koleksi kamu.

Tak ketinggalan, Hot Wheels juga merupakan mainan yang menarik perhatian banyak orang. Mobil diecast yang telah ada sejak 1968 ini menjadi koleksi yang sangat dicari, apalagi jika kamu membuat arena balap untuk Hot Wheels. Selain itu, miniatur hewan, baik hewan darat, laut, maupun purba, juga bisa menjadi koleksi yang unik. Bagi penggemar boneka, koleksi boneka dengan berbagai desain juga bisa menjadi pilihan, yang tak hanya menjadi mainan, tetapi juga hiasan di dalam rumah.

Jasa Penyewaan Kendaraan Mainan Kembali Hadir di Alun-Alun Wiraraja Mojokerto

Jasa penyewaan kendaraan mainan kembali beroperasi di kawasan Alun-Alun Wiraraja, Kota Mojokerto, setelah sempat dilarang. Wahana ini sebelumnya dihentikan lantaran dianggap merusak lantai paving block dan mengganggu kenyamanan pengunjung. Namun, saat ini, wahana tersebut kembali menghiasi sisi utara alun-alun, dengan pengunjung terutama anak-anak yang menikmati sensasi berkendara di atas motor dan mobil mini bertenaga baterai. Dengan membayar sejumlah tarif, pengunjung dapat menikmati beberapa putaran menggunakan kendaraan mini ini.

Keberadaan wahana tersebut sempat diprotes beberapa pihak, terutama setelah Satpol PP melakukan penertiban pada akhir Februari. Saat itu, kendaraan mainan yang beroperasi di sisi utara dan selatan alun-alun dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan. Penertiban dilakukan dengan alasan bahwa permainan tersebut mengganggu kenyamanan warga dan berpotensi merusak lantai yang baru saja diperbaiki. Fudi Harijanto, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Mojokerto, menyatakan bahwa mereka tidak ingin membuat pemilik jasa kesulitan, namun juga harus menegakkan aturan.

Namun, meski wahana tersebut kembali muncul, pihak Satpol PP tetap melakukan pengawasan. Mulyono, Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP, mengungkapkan bahwa mereka akan terus memonitor keberadaan wahana mainan tersebut dan akan mengambil langkah-langkah persuasif. Selain itu, ia juga menyarankan agar Dinas Lingkungan Hidup memasang imbauan yang jelas di area alun-alun untuk menghalau operasional jasa kendaraan mainan di sana.

Pop Mart Rencanakan Ekspansi Global dengan Fokus pada Amerika Utara dan Eropa

Pop Mart International Group, perusahaan mainan koleksi yang berbasis di Beijing, sedang merencanakan ekspansi besar-besaran secara global, dengan fokus utama pada Amerika Utara dan Eropa. Rencana ini didorong oleh kesuksesan produk andalan mereka, Labubu, yang telah mencuri perhatian dunia dan meningkatkan rasa percaya diri Pop Mart. Dalam laporan yang dikutip dari Bloomberg, perusahaan ini menyatakan akan membuka lebih banyak toko fisik di lokasi-lokasi ikonik di seluruh dunia untuk memperkenalkan merek mereka secara lebih luas dan memfasilitasi integrasi budaya pop global.

Pada tahun lalu, Pop Mart mencatatkan laba bersih yang melonjak 188%, mencapai 3,1 miliar yuan atau sekitar Rp 7,07 triliun, sebuah pencapaian yang jauh melampaui perkiraan analis yang hanya memprediksi laba sebesar 2,71 miliar yuan. Penjualan tahunan mereka juga mengalami lonjakan signifikan, lebih dari dua kali lipat, mencapai 13 miliar yuan. Salah satu faktor utama kesuksesan ini adalah tingginya permintaan terhadap mainan koleksi Labubu yang mendapat banyak pujian. Tak hanya itu, Pop Mart juga berhasil mencatatkan penjualan lebih dari 100 juta yuan untuk 13 produk mereka yang berasal dari merek kekayaan intelektual mereka.

Fenomena global yang tercipta berkat popularitas Labubu semakin diperkuat dengan adanya dukungan dari selebriti ternama, seperti Lisa dari grup K-pop Blackpink, yang mengungkapkan kegemarannya terhadap mainan Pop Mart. Penjualan internasional yang terus berkembang pesat menjadikan Pop Mart salah satu saham yang paling diminati, dengan harga sahamnya melonjak 360 persen dalam setahun terakhir.

Dodi Mulyadi: Kolektor Jam Beker dan Barang Antik yang Membawa Kita Kembali ke Masa Lalu

Di tengah kesibukan kota modern, Dodi Mulyadi, seorang kolektor dari Kota Malang, berhasil menghidupkan kembali kenangan masa lalu melalui hobi uniknya. Rumahnya yang terletak di Jalan Pisang Agung Nomor 55-51 kini telah menjadi semacam museum mini yang menyimpan berbagai koleksi benda antik. Dari jam beker lawas hingga mainan zaman dulu, Dodi memiliki lebih dari 250 jam beker yang berbeda bentuk dan ukuran.

Kecintaannya pada benda-benda antik dimulai pada tahun 2005 ketika ia melihat sebuah jam beker lawas yang mengingatkannya pada masa kecil. Sejak saat itu, ia semakin tertarik untuk mengumpulkan benda-benda antik, seringkali mengunjungi toko barang bekas untuk menambah koleksinya. “Saya beli karena ingin nostalgia, dibersihkan, lalu dipajang,” kata Dodi. Selain jam beker, koleksinya juga mencakup berbagai barang antik lainnya, seperti radio lawas, koper besi, mesin ketik, setrika arang, hingga koleksi mainan lawas yang tak kalah banyak jumlahnya.

Hobi ini tidak hanya menjadi hiburan bagi Dodi, tetapi juga menjadi daya tarik bagi teman-teman dan lingkungan sekitar. Keluarganya, yang awalnya merasa heran, akhirnya mulai mendukung dan mengapresiasi koleksinya. Bahkan, beberapa barang koleksinya pernah dipinjam untuk keperluan acara, seperti properti pernikahan. Dodi percaya bahwa melalui koleksinya, ia telah menciptakan ruang nostalgia yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, memberikan hiburan dan kenangan berharga bagi dirinya dan orang lain.

Tamagotchi Cangkang Telur, Bandai Bawa Kembali Nostalgia dengan Sentuhan Ramah Lingkungan

Bandai, perusahaan mainan ternama asal Jepang, siap menghadirkan kembali mainan legendaris Tamagotchi dengan tampilan dan konsep yang benar-benar baru. Kali ini, mereka memperkenalkan varian terbaru bernama Celebration Egg yang dibuat dari cangkang telur asli. Produk ini dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2025 dan akan hadir dengan desain unik yang menyerupai telur berwarna cokelat muda, dihiasi aksen hijau serta tombol merah jambu.

Tamagotchi edisi khusus ini akan tersedia secara eksklusif melalui Amazon dan dijual seharga 30 dolar AS, atau sekitar Rp465 ribuan. Saat ini, produk tersebut sudah bisa dipesan melalui sistem pre-order. Dalam deskripsinya, Bandai menyatakan bahwa mainan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan kampanye keberlanjutan mereka. Selain cangkangnya yang berbahan daur ulang, kemasannya pun dirancang dengan kertas ramah lingkungan.

Sebagai mainan populer era 90-an dan awal 2000-an, Tamagotchi terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Setelah sebelumnya merilis ulang Tamagotchi Connection dengan tampilan antena ikonik untuk merayakan ulang tahun ke-20, Bandai juga memperkenalkan Tamagotchi Uni pada tahun 2023. Versi ini dilengkapi fitur konektivitas online yang memungkinkan pengguna terhubung dalam dunia virtual bernama Tamaverse, lengkap dengan aktivitas sosial dan kostumisasi karakter.

Diperkenalkan pertama kali pada 1996 di Jepang, Tamagotchi berasal dari gabungan kata “tamago” (telur) dan “uotchi” (jam tangan). Kini, lewat model cangkang telur yang ikonik ini, Bandai kembali menegaskan semangat inovasi mereka dengan menyatukan nostalgia, teknologi, dan kepedulian terhadap bumi.

Kenangan Game Legendaris Era 90an: Dari Mario hingga Resident Evil

Banyak game yang menampilkan sosok tukang ledeng legendaris Italia, namun Super Mario 64 yang dirilis pada tahun 1997 tetap menjadi salah satu platformer paling ikonik yang banyak dikenang oleh pemain. Game ini menghadirkan dunia penuh warna dan gameplay yang menyenangkan, langsung mengukuhkan posisinya sebagai favorit di kalangan pemain. Di sisi lain, saya pertama kali tertarik dengan The Legend of Zelda saat membaca tentangnya di majalah game PC dan konsol tahun 90-an. Meskipun saya masih terlalu muda untuk memainkannya, antisipasi terhadap game ini benar-benar terasa sebanding dengan kualitas yang ditawarkan.

Tidak kalah penting, Final Fantasy VII yang dirilis pada akhir tahun 80-an dan awal 90-an menjadi salah satu yang sangat berkesan bagi banyak gamer. Game ini memperkenalkan grafis 3D yang memukau untuk masanya dan menyedot perhatian banyak orang, terutama karena merupakan seri pertama yang dirilis di negara kita. Sementara itu, Quake, game penembak dari tahun 1996, mengubah pandangan banyak orang terhadap genre ini dengan grafis dan atmosfer yang luar biasa.

Untuk penggemar game penembak, Doom mungkin menjadi yang pertama, tetapi saya pribadi mengenal genre ini lewat Quake, yang menawarkan gameplay seru dan suasana yang unik. Lalu ada Wolfenstein, penembak ikonik dengan level yang banyak diulang-ulang oleh para pemain, serta suasana yang menambah keseruan. Tahun 90-an juga menyaksikan dua versi dari Prince of Persia, yang pertama kali dirilis pada 1989 dan diikuti dengan Prince of Persia 2: The Shadow and the Flame pada tahun 1993.

Di antara berbagai genre, Resident Evil menjadi salah satu yang paling mengesankan bagi penggemar game horor di era 90-an, meskipun grafisnya kini terlihat sederhana. Game ini mampu menciptakan ketegangan dan ketakutan yang luar biasa. Sementara itu, untuk penggemar balap, Carmageddon, Need for Speed klasik, dan Gran Turismo menjadi pilihan utama, masing-masing dengan ciri khas yang tak terlupakan. Game apa yang paling berkesan bagi Anda dari era tersebut?

Karambol: Permainan Klasik dari India yang Butuh Akurasi dan Fokus Tinggi

Karambol merupakan salah satu permainan dalam ruangan yang memiliki kemiripan dengan biliar, namun dimainkan dengan cara menyentil koin atau biji karambol menggunakan jari. Permainan ini berasal dari India dan dikenal secara internasional dengan nama carrom. Selain itu, karambol juga memiliki sebutan lain seperti carrum, couronne, dan finger billiard. Berdasarkan informasi dari Federasi Carrom Internasional (ICF), permainan ini sudah dimainkan sejak sekitar 150 hingga 200 tahun yang lalu. Karambol dapat dimainkan oleh dua orang dalam format tunggal maupun empat orang dalam format ganda.

Permainan ini menuntut pemain memiliki kemampuan menyentil dengan presisi serta tingkat konsentrasi yang tinggi. Selain asal-usul dari India, beberapa pendapat lain juga menyebutkan bahwa karambol kemungkinan berasal dari Portugal atau Burma. Namun, karena minimnya dokumentasi tertulis, sejarah karambol masih menjadi perdebatan. Karambol dimainkan dengan cara memasukkan biji ke dalam empat lubang yang ada di sudut papan menggunakan striker, yaitu koin besar yang digunakan untuk mendorong biji lainnya ke dalam lubang.

Papan karambol berbentuk persegi dengan panjang sisi sekitar 73,5 cm dan lubang di setiap sudut berdiameter 4,45 cm. Bingkai papan dibuat sedikit lebih tinggi dari permukaan bermain untuk membatasi pergerakan biji. Jumlah koin terdiri dari dua warna yang masing-masing berjumlah sembilan dan satu koin berbeda warna yang disebut ratu atau raja. Untuk memudahkan permainan, biasanya papan ditaburi bedak khusus agar permukaan licin. Pemain harus memasukkan koin sesuai warna pilihannya hingga habis sebelum bisa memasukkan koin ratu. Jika ratu masuk sebelum koin lainnya habis, maka pemain dinyatakan kalah.

Mainan Edukatif Anak Laki-laki, Bukan Sekadar Hiburan Biasa

Mainan bagi anak laki-laki tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, namun juga memainkan peran penting dalam proses tumbuh kembang mereka. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menganggap remeh pemilihan mainan yang tepat. Mainan dapat membantu anak mengenal lingkungan sekitarnya, mengembangkan kreativitas, dan bahkan memahami dirinya sendiri. Jika mainan seperti boneka dan alat masak-masakan sudah umum untuk anak perempuan, maka banyak orang tua mungkin masih merasa bingung ketika memilih mainan untuk anak laki-laki, selain mobil-mobilan atau robot-robotan.

Salah satu pilihan mainan edukatif yang dapat dipertimbangkan adalah Emco Medic Set. Mainan ini berupa blok puzzle interaktif dengan tema penyelamatan medis. Di dalam satu set terdapat tiga figur tentara lengkap dengan perlengkapan seperti tandu, yang bisa merangsang imajinasi dan kreativitas anak dalam bermain peran. Mainan ini cocok untuk anak usia enam tahun ke atas dan terbuat dari plastik aman bebas BPA, serta dikenal tahan lama.

Pilihan menarik lainnya adalah Avengers Marvel Value Mask Hulk. Mainan berupa topeng karakter superhero ini sangat cocok untuk anak yang menyukai tokoh dari film Marvel. Terbuat dari bahan karet sintetis yang aman dan nyaman dipakai, topeng ini dapat membantu meningkatkan daya imajinasi anak sekaligus menjadi barang koleksi yang menyenangkan. Dengan memilih mainan yang tepat, orang tua bisa sekaligus mengajarkan nilai edukatif melalui permainan sehari-hari.

Mainan Lokal Penuh Makna, Woo Hoo Hadirkan Edukasi Seru dari Kayu Malang

Woo Hoo, sebuah startup mainan edukatif lokal yang muncul pada awal 2025, hadir membawa semangat baru untuk memenuhi kekosongan pasar mainan berbasis Montessori di Kota Malang. Diinisiasi oleh Adi dan Cindy, Woo Hoo lahir dari pengamatan mereka akan minimnya pilihan mainan Montessori di Indonesia, khususnya wilayah Malang. Melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan, mereka menciptakan produk yang tak hanya mendidik, tetapi juga mengangkat potensi perajin lokal.

Seluruh mainan Woo Hoo diproduksi secara eksklusif di Tlogomas, Malang, dengan menggandeng pengrajin kayu lokal yang berpengalaman. Mereka menggunakan bahan utama seperti kayu pinus dan plywood berkualitas tinggi untuk memastikan keamanan serta daya tahan produk. Meski dihadapkan pada tantangan pencarian bahan baku, Woo Hoo tetap konsisten memilih supplier offline demi mendapatkan tekstur dan kualitas yang tepat.

Produk mereka menyasar anak-anak usia 2 hingga 6 tahun, dengan deretan mainan menarik seperti Duckling Lamp Box, Coloring Figurine, hingga Wooden Camera. Harga mainan dibanderol antara Rp50.000 sampai Rp200.000, menjadikannya terjangkau untuk berbagai kalangan. Sementara penjualan saat ini dilakukan secara daring, respon pasar yang positif mendorong Woo Hoo untuk merambah pameran produk anak serta rencana jangka panjang membuka toko fisik.

Nama “Woo Hoo” sendiri merupakan singkatan dari Wood for Household, yang diubah menjadi lebih ceria dan menarik untuk anak-anak. Dengan pendekatan edukatif, semangat lokal, dan strategi pemasaran digital yang aktif, Woo Hoo optimis menjadi pilihan utama orang tua dalam memilih mainan berkualitas untuk anak-anak mereka.

Kouw Coa: Kerajinan Rumah Leluhur Bernilai Budaya Tinggi dari Salatiga

Di Dukuh, Sidomukti, Salatiga, Jawa Tengah, seorang perajin tengah menekuni pembuatan kerajinan unik yang bernama Kouw Coa. Kouw Coa merupakan miniatur rumah-rumahan yang memiliki nilai spiritual dalam tradisi etnis Tionghoa. Kerajinan ini dibuat dengan bahan utama dari kertas dan bambu, lalu dibentuk menyerupai rumah tradisional yang sarat simbolisasi. Dalam kebudayaan Tionghoa, rumah-rumahan ini dipakai untuk menghormati dan mendoakan leluhur yang telah wafat, terutama dalam upacara ritual yang dilakukan pada momen-momen khusus.

Pembuatan Kouw Coa pun tidak bisa dianggap sederhana. Selain membutuhkan ketelitian tinggi, proses pengerjaannya juga memerlukan keahlian tangan serta pemahaman terhadap unsur simbolik yang terkandung dalam setiap desain. Harga dari kerajinan ini bervariasi, mulai dari Rp4 juta hingga Rp8 juta, tergantung dari besar kecilnya ukuran, kompleksitas model rumah, dan kesulitan pembuatannya. Masing-masing rumah dibuat secara manual, menjadikan setiap karya bersifat eksklusif.

Meski berada di tengah era modern, Kouw Coa tetap bertahan dan menjadi bagian penting dari pelestarian warisan budaya. Para perajin lokal tak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menghadirkan karya seni bernilai tinggi yang sarat makna spiritual dan emosional. Keberadaan Kouw Coa menunjukkan bahwa budaya leluhur masih hidup dan dihormati dengan sepenuh hati oleh generasi masa kini, sekaligus menjadi bentuk pengabdian dalam mempertahankan identitas budaya etnis Tionghoa di Indonesia.