Category Archives: Tren Mainan Retro

Mainan Lansia Laris Manis, Penjual di China Raup Ribuan Pesanan Tiap Hari

Guan Weijiang, seorang penjual mainan berpengalaman lebih dari satu dekade di Yiwu, China, tengah menikmati lonjakan pesanan daring yang tak biasa. Bukan lagi anak-anak yang menjadi pelanggan utama tokonya, melainkan warga lanjut usia. Di toko daringnya, Xinyu Toy Flagship Shop di platform Tmall, mainan seperti bola latihan pergelangan tangan dan kubus teka-teki manik menjadi favorit. Konsumen berusia di atas 50 tahun kini menyumbang sekitar 30 persen dari total pembelian, angka yang naik drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pergeseran fokus ini berawal dari diskusi Guan dengan manajer sektor mainan di Taobao dan Tmall, yang membuka matanya terhadap potensi pasar lansia. Peningkatan pencarian mainan lansia yang mencapai 124 persen serta kenaikan penjualan sebesar 70 persen makin memperkuat keyakinannya. Dengan bekal pengalaman di desain dan produksi mainan anak, Guan mengadaptasi berbagai produk agar sesuai untuk lansia, dan dalam waktu tiga bulan ia merilis lebih dari 10 jenis mainan yang langsung laku keras. Bahkan selama Festival Musim Semi, pesanan hariannya tembus 10.000. Perubahan ini mencerminkan bagaimana demografi lansia di China, yang kini berjumlah 310 juta jiwa, mulai mengubah arah pasar konsumen. Bagi pengguna seperti Li, mainan ini membantu ayahnya tetap aktif secara fisik dan mental. Menurut para ahli kesehatan, aktivitas mainan juga berdampak positif terhadap kebahagiaan dan kesehatan mental lansia. Menyadari tren ini, platform seperti Taobao bersiap membuka kategori khusus untuk mainan lansia guna mendukung permintaan yang terus tumbuh.

Serunya Beragam Kartu UNO yang Paling Sering Dimainkan hingga Kini

Seiring berjalannya waktu, permainan kartu UNO terus mengalami pengembangan dengan hadirnya berbagai varian yang membuat permainannya semakin menarik. Meskipun diperkenalkan pertama kali pada tahun 1971 oleh Merle Robbins, UNO masih menjadi favorit banyak orang, terutama di kalangan remaja. UNO sendiri merupakan salah satu produk dari Mattel, perusahaan mainan global yang dikenal dengan banyak waralaba hiburan keluarga ternama. Dengan berkembangnya zaman, jenis-jenis UNO pun makin beragam dan sering kali membuat pemain bingung dalam memilih.

Salah satu varian menarik adalah UNO Flip, yang menampilkan kartu dengan dua sisi—terang dan gelap—untuk menambah tantangan dalam permainan. Selain itu, ada UNO Mercy yang memperketat aturan bermain dan menghadirkan hukuman lebih berat, cocok untuk pemain yang menyukai persaingan lebih intens. Lalu ada UNO Show Em No Mercy, versi yang lebih ekstrem dengan penambahan kartu dan aturan baru yang menjadikan permainan semakin seru dan menegangkan. Untuk pemain yang menyukai versi klasik, UNO Klasik tetap menjadi pilihan utama dengan aturan mencocokkan warna atau angka pada kartu. Sementara itu, UNO Express hadir sebagai versi cepat dengan jumlah kartu awal lebih sedikit dan cocok dimainkan dalam waktu singkat.

Beragamnya pilihan UNO tersebut dapat dengan mudah ditemukan di toko mainan maupun platform belanja online terpercaya. Dengan masing-masing keunikan aturan dan gaya bermain, para penggemar UNO kini memiliki lebih banyak cara untuk menikmati keseruan bersama keluarga dan teman.

Mainan untuk Lansia: Tren Baru yang Meningkat di Pasar China

Guan Weijiang, seorang penjual mainan berpengalaman selama lebih dari 10 tahun yang berasal dari Yiwu, China, kini menghadapi lonjakan pesanan daring yang tak terduga. Pesanan-pesanan tersebut bukan berasal dari anak-anak, melainkan dari kelompok yang semakin berkembang, yaitu warga lanjut usia (lansia). Toko daringnya, Xinyu Toy Flagship Shop di platform Tmall, kini mencatatkan penjualan signifikan dari mainan kebugaran dan pelatihan otak yang sangat diminati oleh konsumen lansia. Data menunjukkan, pelanggan berusia 50 tahun ke atas kini menyumbang sekitar 30 persen dari basis konsumen toko tersebut, angka yang terus meningkat setiap tahun.

Produk-produk terlarisnya pada tahun 2024 adalah bola latihan pergelangan tangan dan kubus teka-teki manik berputar, yang menggabungkan aktivitas fisik ringan atau stimulasi mental dengan hiburan. Tren ini muncul setelah percakapan dengan Cheng Xin, manajer operasional Tmall, yang menunjukkan potensi pasar lansia yang sedang berkembang. Pencarian produk mainan untuk lansia di platform tersebut meningkat 124 persen, dan penjualannya naik 70 persen sepanjang tahun lalu.

Pabrik-pabrik di Yiwu, serta kota-kota lain seperti Chenghai dan Shantou, kini berfokus pada pasar ini, dengan banyak perusahaan mainan anak-anak yang sebelumnya sudah mapan, mulai merambah ke produk untuk lansia. Guan, yang sudah berpengalaman dalam desain dan penjualan mainan anak-anak, mulai meluncurkan mainan khusus lansia, dan hasilnya melampaui ekspektasi.

Tren ini sejalan dengan perubahan demografis di China, di mana populasi lansia diperkirakan terus berkembang. Data resmi menunjukkan bahwa sekitar 310 juta orang di China berusia 60 tahun ke atas, dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat. Bagi konsumen seperti Li, mainan untuk lansia memenuhi kebutuhan fisik dan emosional orang tua mereka, dengan menawarkan hiburan dan latihan fisik ringan.

Deretan Action Figure dengan Harga Fantastis yang Membuat Takjub Kolektor

Mainan action figure awalnya dirancang untuk pasar anak-anak, tetapi belakangan ini, produk ini lebih diminati oleh kalangan dewasa yang hobi mengoleksi karakter-karakter favorit mereka. Fenomena ini membuat produsen action figure mengembangkan produk dengan inovasi dan teknologi canggih. Kini, action figure hadir dengan harga yang sangat bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah, tergantung pada keunikan dan kecanggihannya. Beberapa action figure bahkan memiliki harga yang sangat fantastis. G.I Joe Prototype 1963, misalnya, merupakan figur aksi termahal yang terjual di lelang pada tahun 2009 seharga $200.000 atau sekitar Rp3,2 miliar. Sementara itu, figur Obi-Wan Kenobi dari Star Wars yang dilengkapi dengan lightsaber teleskopik sempat terjual seharga $76.000 (Rp1 miliar) pada 2017. Boba Fett dari Star Wars, figur yang tidak pernah dirilis ke publik karena memiliki senjata berbahaya, berhasil terjual seharga $525.000 (Rp8,5 miliar). Ada juga Playmates Scratch the Cat, yang meskipun merupakan karakter sampingan dari game Teenage Mutant Ninja Turtles, dihargai hingga $10.000 (Rp162 juta) karena kelangkaannya. Salah satu figur anime termahal adalah Monkey D. Luffy Gold, yang terjual seharga $200.000 (Rp3,2 miliar), berkat bahan emas murni yang digunakan dalam pembuatannya. Selain itu, figur Darth Vader dan Luke Skywalker dengan lightsaber ganda yang dihentikan produksinya karena bahaya, kini dihargai tinggi, masing-masing dengan harga $22.000 (Rp357 juta) dan $25.000 (Rp400 juta). Ada juga Hulk Hogan Prototype, yang meskipun belum dicat, terjual seharga $50.000 (Rp800 juta). Action figure Ideal Super Queens Batgirl yang langka dijual seharga $30.000 (Rp488 juta). Terakhir, Optimus Prime 1984, karakter utama dalam Transformers, berhasil terjual seharga lebih dari $40.000 (Rp650 juta) pada 2023.

Deck Toon World di Yu-Gi-Oh! Duel Links: Kekuatan dan Strategi

Deck Toon World di Yu-Gi-Oh! Duel Links menawarkan kombinasi kartu yang sangat kuat dengan kemampuan untuk mengalahkan lawan dengan cepat. Dengan kartu Toon World, monster Toon kamu bisa langsung menyerang Life Points (LP) lawan tanpa harus mengatasi monster mereka terlebih dahulu. Untuk menggunakan deck ini dengan maksimal, kamu memerlukan karakter Pegasus dengan kemampuan “It’s a Toon World” yang memungkinkan kamu untuk memulai duel dengan Toon World aktif. Meskipun deck ini sangat efektif dalam menyerang, ada kelemahan yang perlu diperhatikan, yakni monster Toon tidak dapat menyerang pada giliran mereka disummon. Oleh karena itu, kamu perlu melindungi mereka terlebih dahulu agar bisa melakukan serangan langsung.

Komposisi kartu yang tepat sangat krusial dalam deck ini, karena kamu membutuhkan kombinasi antara kartu serangan dan pertahanan. Beberapa kartu utama yang harus ada di deck ini antara lain Toon Mermaid, yang dapat menyerang LP lawan setelah membayar 500 LP, dan Toon Summoned Skull, monster dengan damage tinggi yang bisa di-combo dengan Toon Rollback untuk menyerang dua kali dalam satu giliran. Kartu seperti Gravelstorm sangat berguna untuk melindungi Toon World dari serangan musuh, sementara kartu Jerry Beans Man dan Flash Assailant menambah kekuatan serangan. Untuk perlindungan, kartu seperti Sphere Kuriboh dan Windstorm of Etaqua sangat berguna untuk mencegah serangan musuh. Dengan komposisi kartu yang tepat, deck Toon World akan menjadi ancaman serius di arena duel.

Yoyo Termahal di Dunia, Mainan Unik yang Jadi Incaran Kolektor

Bagi para kolektor mainan, memiliki yoyo dengan harga fantastis bisa menjadi hobi yang memberikan kepuasan tersendiri. Meski terkesan sederhana, yoyo sebenarnya merupakan sebuah karya seni yang membutuhkan keterampilan, ketekunan, serta konsistensi dalam memainkannya. Tidak heran jika beberapa orang rela mengeluarkan dana besar demi mendapatkan yoyo langka dengan nilai historis dan desain eksklusif.

Salah satu yoyo yang paling dicari adalah Original Pedro Flores, yang dianggap sebagai yoyo tertua di dunia. Karena statusnya sebagai barang antik, harga jualnya bisa mencapai Rp11 juta. Selain itu, ada YoyoJam Next Level yang dibuat dari bahan aluminium kelas pesawat terbang, memberikan stabilitas luar biasa saat diputar dengan kecepatan tinggi. Yoyo ini dijual dengan harga Rp2 juta. Yoyo langka lainnya adalah Yoyo Richard Nixon, yang memiliki tanda tangan Presiden AS ke-37 serta pernah dimiliki oleh legenda musik terkenal. Nilai jualnya mencapai Rp238 juta, menjadikannya sebagai yoyo termahal di dunia.

Tidak hanya itu, YoYo Factory juga merilis yoyo unik bernama Catch 22 yang dilengkapi dengan perangkat lunak dan dibanderol seharga Rp10 juta. Sementara itu, perusahaan Australia Jack Russell pernah meluncurkan Yoyo Special Coca-Cola dalam jumlah terbatas, membuat harganya melonjak hingga Rp28 juta. Terakhir, Duncan Freehand De-Luxxe yang terbuat dari 99% magnesium ditawarkan dengan harga Rp8 juta per unit.

Dengan nilai historis dan keunikannya, yoyo-yoyo ini menjadi incaran kolektor yang ingin memiliki lebih dari sekadar mainan, tetapi juga sebuah karya seni berharga.

Menikmati Seni Merakit Gunpla: Lebih dari Sekadar Hobi

Selama kurang lebih delapan tahun, saya menekuni hobi mengoleksi gunpla atau gundam plastic, model kit keluaran Bandai yang diadaptasi dari serial anime-nya. Meski sering mendapat komentar skeptis dari beberapa teman yang menganggap hobi ini kekanak-kanakan, bahkan menyebut, “Udah bapak-bapak masih aja main robot-robotan,” saya tetap teguh melanjutkan koleksi gunpla saya hingga sekarang. Bagi sebagian orang, mengoleksi gunpla mungkin terlihat seperti pemborosan, tetapi bagi saya dan para kolektor lainnya, ada kepuasan tersendiri saat berhasil mendapatkan model yang diinginkan dan merakitnya dari nol.

Keseruan sejati dari gunpla bukan hanya terletak pada memiliki model tertentu, tetapi pada proses merakitnya. Ada tantangan yang muncul dalam menyusun setiap bagian dengan presisi hingga membentuk sebuah unit yang sempurna. Kesulitan dalam merakit pun bervariasi tergantung pada model yang dipilih. Semakin rumit desainnya, semakin besar rasa puas ketika berhasil menyelesaikannya. Dalam perakitannya, diperlukan ketelitian serta beberapa peralatan khusus agar hasilnya maksimal. Beberapa alat yang umum digunakan antara lain nipper atau tang potong untuk memastikan pemotongan bagian gunpla lebih rapi, pinset untuk memasang stiker berukuran kecil, serta amplas yang berguna untuk menghaluskan potongan yang kurang sempurna.

Selain itu, ada drawing pen ukuran 0.05 yang digunakan untuk menebalkan garis detail pada gunpla, serta alas potong atau cutting mat yang membantu dalam proses pemotongan agar lebih presisi. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah pencahayaan yang cukup saat merakit, karena setiap bagian memiliki detail kecil yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan dalam pemasangan. Dengan segala tantangan dan keseruannya, merakit gunpla bukan sekadar hobi biasa, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap seni dan ketelitian.

Beyblade X: Tren Terbaru dan Rekomendasi Kombinasi untuk Pemula

Belakangan ini, Beyblade kembali populer di Indonesia dengan seri terbarunya. Selain animenya, mainan gasing dari Beyblade X juga mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Di Jepang, koleksi mainannya sudah mencapai BX-35 Random Booster Vol. 4 dan UX-05 Shinobi Shadow, sementara di Indonesia, mayoritas toko resmi baru menyediakan hingga seri BX-26 Unicorn Sting.

Bagi pemula yang ingin mulai bermain, sangat disarankan untuk membeli seri BX-01 hingga BX-04 atau BX-15 dan BX-23, karena paket ini sudah termasuk launcher. Untuk pemilihan kombinasi terbaik, beberapa racikan Beyblade X yang sering digunakan di turnamen bisa menjadi referensi. Salah satu kombinasi yang direkomendasikan adalah Wizard Rod (Blade), 9-60 (Ratchet), dan Ball (Bit). Kombinasi ini terkenal dengan daya tahan dan keseimbangannya. Alternatif lainnya adalah mengganti Bit Ball dengan Bit Orb yang bisa didapat dari BX-16, BX-27, atau BX-31. Jika lebih menyukai gaya bermain agresif, pemula bisa mencoba kombinasi Wizard Rod dengan Ratchet 1-60 serta Bit Rush, yang dikenal memiliki serangan kuat tetapi cukup sulit ditemukan di pasaran.

Selain itu, kombinasi Phoenix Wing (Blade), 5-60 (Ratchet), dan Point (Bit) juga menjadi favorit di turnamen. Dengan berat mencapai 38 gram, Phoenix Wing adalah salah satu blade terkuat yang ada. Pemula yang menyukai gaya bermain menyerang dapat mengganti Bit Point dengan Bit Rush atau Flat untuk meningkatkan agresivitasnya. Sementara itu, bagi yang mengutamakan serangan One Hit Kill, kombinasi Dran Buster (Blade), 1-60 (Ratchet), dan Rush (Bit) bisa menjadi pilihan tepat, meski membutuhkan akurasi tinggi agar serangannya efektif.

Bagi yang mencari keseimbangan antara serangan dan stamina, Shark Edge (Blade), 3-60 (Ratchet), dan Point (Bit) adalah kombinasi menarik. Dengan dua bilah besar yang agresif, Shark Edge memiliki potensi Smash Attack tinggi, meski memiliki stamina yang lebih rendah. Agar lebih optimal, pemula juga bisa menggunakan Ratchet 3-70 dari UX-02 Hells Hammer untuk meningkatkan potensi serangannya. Meski masih ada banyak kombinasi lain yang sering digunakan di turnamen, beberapa rekomendasi ini adalah pilihan terbaik bagi pemula yang ingin mulai berkompetisi di dunia Beyblade X.

Tamagotchi Kembali Mengguncang Nostalgia Generasi 90-an

Mainan jadul Tamagotchi, yang populer di kalangan anak-anak era 80-an dan 90-an, kini kembali naik daun. Mainan berbentuk telur ini menjadi salah satu tren terbesar di era 1990-an, memungkinkan penggunanya untuk merawat hewan virtual dengan layar digital kecil dan tiga tombol sederhana. Popularitasnya kembali meningkat drastis, dengan penjualan global yang melonjak lebih dari dua kali lipat antara tahun 2022 dan 2023, menurut Bandai Namco, produsen utama Tamagotchi. Kini, mereka bahkan membuka toko resmi pertama di Inggris, sesuatu yang tidak pernah dilakukan saat mainan ini booming pada tahun 1996.

Toko Tamagotchi, yang berlokasi di Camden Market, menjadi surga nostalgia bagi para penggemarnya. Dengan pajangan Tamagotchi berukuran besar di bagian belakang serta berbagai perangkat yang menghiasi rak-rak, toko ini menghadirkan pengalaman unik bagi para pencinta mainan virtual. Meski desainnya masih mempertahankan bentuk telur ikonik dengan warna mencolok, versi modern Tamagotchi kini memiliki fitur yang lebih canggih, termasuk konektivitas Wi-Fi untuk mengunduh item baru dan berinteraksi dengan teman.

Hewan peliharaan virtual ini sebenarnya telah resmi kembali ke pasar Inggris sejak 2019. Awalnya, peluncuran ulang ini ditargetkan untuk generasi milenial yang tumbuh dengan Tamagotchi, namun ternyata juga menarik perhatian anak-anak yang sebelumnya tidak mengenal mainan ini. Kini, persaingan dengan mainan serupa semakin ketat, seperti Bitzee dengan layar fleksibel yang merespons sentuhan, serta Punirunes yang memungkinkan pemain mengelus hewan peliharaan virtual melalui layar.

Bagi para penggemar, kebangkitan Tamagotchi membawa gelombang nostalgia yang mendalam. YouTuber Emma, pemilik kanal Emmalution, mengungkapkan bahwa Tamagotchi pertama miliknya membangkitkan kenangan masa kecil yang indah. Ia mulai mengoleksi berbagai edisi modern untuk mengeksplorasi rilisan yang sempat ia lewatkan. Hal serupa dirasakan oleh Koby, pemilik kanal Translationmon, yang senang dengan kembalinya Tamagotchi karena menghadirkan kembali sensasi bermain hewan peliharaan virtual seperti di masa kecilnya.

Mainan Hits Era 90-an yang Kini Langka dan Harganya Melonjak

Pada era 90-an, ketika teknologi digital belum semarak seperti sekarang, anak-anak akrab dengan berbagai permainan yang menjadi tren di masanya. Beberapa mainan yang dulunya mudah ditemukan di toko atau supermarket kini justru sulit dicari akibat pergeseran tren serta maraknya permainan digital. Namun, banyak orang yang masih merasa nostalgia dan ingin merasakan kembali keseruan memainkan mainan-mainan tersebut.

Salah satu mainan legendaris adalah Tamagotchi, yang dikembangkan oleh Bandai di Jepang dan sempat populer di awal 2000-an. Mainan ini memungkinkan pemain untuk merawat hewan peliharaan virtual melalui perangkat berbentuk telur dengan layar kecil. Tamagotchi perlu diberi makan, diajak bermain, dan dirawat layaknya hewan sungguhan. Kini, mainan ini semakin langka di toko fisik dan hanya tersedia di e-commerce dengan harga mulai dari Rp300 ribu hingga Rp500 ribu untuk versi terbaru.

Game Boy juga menjadi ikon di zamannya sebagai konsol genggam besutan Nintendo. Banyak permainan populer seperti Super Mario Land dan Tetris yang membuatnya digemari. Di Indonesia, Game Boy lebih dikenal dalam bentuk Brick Game atau Gamebot yang menawarkan permainan sederhana seperti tetris. Meski terbatas, anak-anak dulu sangat menikmati permainan ini. Saat ini, Gamebot masih bisa ditemukan di e-commerce dengan harga sekitar Rp99 ribu.

Mainan lain yang populer adalah balon tiup, yang sering dijual di warung sekolah dan menjadi kesenangan tersendiri bagi anak-anak. Balon ini dapat ditiup hingga membesar, dan jika bocor, cukup ditutup dengan jari. Dulu harganya sangat murah dan mudah didapat, tetapi kini lebih sering dijual di e-commerce dengan harga sekitar Rp7 ribu per kotak isi 32 buah.

Tamiya juga menjadi favorit anak-anak pada masanya, terutama karena pengaruh serial anime yang membuatnya semakin digemari. Pada era 90-an, harga Tamiya masih di bawah Rp50 ribu, meski bagi sebagian anak-anak tetap tergolong mahal. Kini, mainan ini semakin sulit ditemukan di toko fisik dan hanya tersedia di e-commerce dengan kisaran harga Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

Mainan-mainan ini mungkin sudah langka, tetapi kenangannya tetap melekat bagi mereka yang pernah mengalaminya. Jika ingin bernostalgia, kini hanya e-commerce yang menjadi tempat terbaik untuk berburu kembali mainan-mainan klasik tersebut.